Hubungan Kesehatan Gigi dan Mulut dalam Mendukung MDGs

Pembangunan kesehatan telah menghasilkan beragam perbaikan, sehingga derajat kesehatan masyarakat terus meningkat. Namun, kita juga masih menghadapi berbagai masalah kurangnya sumber daya kesehatan gigi

Berdasarkan Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, pelayanan kesehatan gigi dan mulut dilakukan untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dalam bentuk peningkatan kesehatan gigi, pencegahan penyakit gigi, pengobatan penyakit gigi, dan pemulihan kesehatan gigi yang dilakukan terpadu, terintegrasi, berkesinambungan, dan dilaksanakan melalui pelayanan kesehatan gigi perseorangan, pelayanan kesehatan gigi masyarakat, dan usaha kesehatan gigi sekolah.Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2007, prevalensi penduduk yang mempunyai masalah gigi-mulut 23,4 persen, prevalensi penduduk yang kehilangan seluruh gigi aslinya 1,6 persen, dan prevalensi nasional karies aktif 43,4 persen. Adapun prevalensi penduduk dengan masalah gigi-mulut dan menerima perawatan atau pengobatan dari tenaga kesehatan gigi 29,6 persen.

Dukung Percepatan Kesehatan gigi pun mendukung percepatan tujuan Millenium Development Goals (MDGs) pada tahun 2015.

1. Memberantas kemiskinan dan kelaparan: sakit gigi, infeksi gigi dan ompong berisiko malanutrisi dan nutrisi kurang, masyarakat miskin terkena imbas biaya perawatan gigi, dan absennya pekerja akibat masalah gigi dan mulut berisiko kehilangan penghasilan.

2. Mencapai pendidikan dasar universal: masalah gigi mengakibatkan ketidakhadiran murid ke sekolah, sakit gigi berefek terhadap konsentrasi, waktu tidur, dan prestasi anak di sekolah.

3. Mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan: ibu perlu tahu kebersihan gigi dan mulut yang mendasar, serta makanan sehat bagi anak.

4. Mengurangi angka kematian anak: infeksi gigi, noma (gangrenous stomatitis) dan tradisi berbahaya dapat mengakibatkan kematian. Karena itu, perlu dilakukan upaya pencegahan melalui program: UKGS (Usaha Kesehatan Gigi Sekolah) dan UKBM (Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat).

5. Memperbaiki kesehatan ibu hamil: kesehatan mulut ibu hamil buruk berefek terhadap kelahiran dan berat badan bayi, selain kesehatan gigi dan mulut bayi nantinya.

6. Memberantas HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya. Terdapat hubungan antara HIV/AIDS dengan kesehatan gigi dan mulut, dan permasalahan yang ditemukan dalam rongga mulut dapat menjadi indikator dini terjadinya infeksi.

7. Meyakinkan keberlangsungan lingkungan hidup: penanganan kesehatan gigi dan mulut melibatkan penggunaan teknologi yang sesuai, kontrol infeksi yang efektif, serta pembuangan limbah medis yang aman.

8. Membangun kerja sama global: meliputi kerja sama promosi kesehatan gigi dan mulut di antara para stakeholder, akses terhadap obat-obat mendasar, perawatan gigi-mulut dasar, dan pencegahannya.

About margaretaneang

mahasiswa
Gallery | This entry was posted in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s